Sabtu, 27 Juni 2015

As Seen On Tv by Christian Simamora

“Gue nggak marah sama lo doang. Gue juga marah sama diri gue yang begitu mencintai lo sampai rela menunggu lama. Menunggu lama seperti orang bodoh. Membiasakan diri dengan serangan nyeri setiap kali gue ngeliat lo sama cewek entah siapa....”


Nah, kali ini aku bakal bahas tentang novel dari penulis Christian Simamora. Doi sendiri termasuk penulis yang juga udah tenar di Indonesia. Sayang nya, pertama kali beli novel christian itu adalah novel All You Can Eat. Mungkin untuk beberapa kalangan yang ngebacanya nganggap alur ceritanya biasa aja.

Tapi enggak buat aku....

Dengan cerita hubungan seorang cewek dengan brondong? Oh, lebih spesifiknya, adik temannya. Jadi... yah, gak terlalu sreg aja gitu baca novelnya.

Jadi beberapa kali ke toko buku, selalu liat beberapa novel Christian Simamora pasti bakal masuk best seller, tetap aja aku masih ragu buat beli novel penulis ini.

Sampai, aku lagi bosan dan gak tau mau beli novel apa waktu aku lagi di toko buku. Dan aku berdiri di hadapan kumpulan novel yang letaknya hampir dekat dari pintu masuk toko buku. Kalo gak salah sih, jajaran best seller? Hm, lupa juga. Intinya, aku nemu lah satu novel.

As Seen on TV

Jumat, 26 Juni 2015

Siapkah Kau 'Tuk Jatuh Cinta Lagi by Hivi!


Ketika ku mendengar bahwa
Kini kau tak lagi dengannya
Dalam benakku timbul tanya

Masih adakan dia 
Dihatimu bertahta?
Atau ini saat bagiku
Untuk singgah dihatimu

Namun, siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata 
Bukan berarti ku tak merasa 
Ada yang berbeda di antara kita

Dan tak mungkin ku melewatkanmu 
Hanya karena diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku

Kini ku tak lagi dengannya 
Sudah tak ada lagi rasa
Antara aku dengan dia

Siapkah kau bertahta
Dihatiku adinda
Karna ini saat yang tepat 
Untuk singgah dihatiku

Namun, siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa 
Ada yang berbeda di antara kita 

Dan tak mungkin ku melewatkanmu 
Hanya karna diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku 

Pikirlah saja dulu, Hingga tiada ragu
Agar mulusku jalanku 
Melangkah menuju kehatimu

Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa 
Ada yang berbeda di antara kita 

Dan tak mungkin ku melewatkanmu 
Hanya karna diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku 

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa 
Ada yang berbeda di antara kita 

Dan tak mungkin ku melewatkanmu 
Hanya karna diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku inginkan kau ada dihidupku 

Bila kau jatuh cinta, Katakanlah
Jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta, Katakanlah
Jangan buat sia-sia
Bila kau jatuh cinta, Katakanlah
Jangan buat sia-sia

Siapkah kau 'tuk jatuh cinta lagi?


Rabu, 24 Juni 2015

Winter in Tokyo by Ilana Tan



Dia tidak perlu melakukan apa-apa. Yang harus saya lakukan hanya melihatnya, dan saya akan merasa saya bisa menghadapi segalanya....


Well, quote diatas diambil dari salah satu novel Ilana Tan, Winter in Tokyo. One of my favourite novel author. Yang sayangnya, sampai saat ini semua orang belum tau seperti apa wajah asli penulis Ilana Tan. Karena, semua novel dia, terutama four seasons series (Winter in Tokyo, Summer in Seoul, Autumn in Paris, and the last is Spring in London) termasuk novel terlaris dan banyak dibicarakan di Indonesia.

Dari semua Four seasons series, aku memang paling suka sama Winter in Tokyo. Karena.... eung, gak tau juga. Mungkin karena ceritanya yang simple? Eh, tapi yang lain juga simpel. Summer in Seoul sama Spring in London juga keren,sih. Tapi entah kenapa, feel nya tuh lebih dapat di Winter in Tokyo menurut aku. But, aku paling benci sama novel Autumn in Paris. Enggak, sama sekali enggak jelek. Tapi kenapa.... KENAPA HARUS SAD ENDING?! :( 

Ugh, i hate sad ending story.
2 tokoh utama cerita ini adalah Nishimura Kazuto dan Ishida Keiko.